Susanto Merasakan Selama Pandemi Covid-19 Omzet Nanas Madu Menurun Drastis

Utamasinergibangsa.com – Pandemi Covid-19 memang berdampak luas di seluruh sektor kehidupan massyarakat, para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pun rasanya mau menjerit dikarenakan omzet pendapatan usaha yang dikelolanya menurun drastis bahkan tak sedikit juga yang mengalami gulung tikar.

Dengan diberlakukannya pembatasan-pembatasan dalam usaha karena penerapan regulasi terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemudian berlanjut ke Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena munculnya varian baru Covid-19 tak sedikit membuat para pelaku UMKM pun akhirnya gulung tikar.

Susanto, pria kelahiran tahun 1995, lulusan SMPN 1 Belik – Pemalang dalam bincang-bincangnya mengatakan, “selama Pandemi Covid-19 dagangan Nanas Madu turun drastis”. Ini disampaikan saat berada di tempat dagangannya, Belik, Pemalang, Minggu, 10/10/2021.

“Maklum saja, dulu banyak orang bepergian keluar kota namun setelah datangnya Pandemi Covid-19 menjadi sepi karena serba dibatasi demi keselamatan”, lanjut Susanto sambil tersenyum dan tetap semangat.

“Sebelum Pandemi Covid-19 omzet lumayan, sekarang per hari paling banter hanya mendapat omzet sekitar Rp 250.000 dengan keuntungan sekitar 75.000”, saut Heni Damayanti yang saat itu mendampingi suaminya berdagangan.

Dampak dari Pandemic Covid-19 memang sangat berasa bagi para pelaku UMKM. Bahkan, tak sedikit pula yang mengalami kebangkrutan karena selama diberlakukannya PSBB dan PPKM banyak para pelaku UMKM yang menghentikan usahanya guna untuk mentaati Peraturan Pemerintah.

Akibat dari usaha yang dihentikan, berlahan modal usaha pun tergerus karena digunakan untuk membiayai kehidupannya agar tetap dapat bertahan di tengah badai Pandemi Covid-19, yang akhirnya tak terasa modal usaha habis dan usaha pun berhenti.

“Konsisi saat ini yang penting sabar dan selalu bersyukur, walaupun omzet turun drastis tapi lumayan masih bisa digunakan untuk bertahan hidup”, tegas Susanto sambal mengikat Nanas Madu dengan Tali Rafia.

“Yang penting masih tetap dapat bertahan hidup walaupun dengan pas-pasan”, cloteh Heni Damayanti sambil menghidangkan Kopi Hitam Panas dan Kripik.

“Bagaimana lagi, semua pastinya dari pemerintah adalah yang terbaik untuk keselamatan bersama, semoga Pandemi Covid-19 cepat berlalu agar aktivitas kedidupan dan usaha cepat pulih kembali”, pungkas Susanto dengan penuh harapan.  (Red)

Foto Lainnya, sebagai berikut:

Comments ( 0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*
*
*