Arni Puspawati – UMKM USB, Memanfaatkan yang Terbuang Jadi Bernilai

Utamasinergibangsa.com – Banyak diantara kita yang masih mempermasalahkan sampah dalam lingkungan menjadi sesutu yang menyebalkan dan bahkan menjijikan jika sudah tak terkendali. Baik sampah organic maupun un-organic saat ini masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kita bersama untuk penangannya. Namun, jika sadar dan kreatif maka sampah justru dapat menjadi berkah sebagai sumber penghasilan tambahan bagi kita semua.

Berdasarkan penuturan yang telah disampaikan oleh Arni Puspawati kepada Utamasinergibangsa-Liputan, dirinya hampir selama 3 (tiga) tahun ini menekuni bidang usaha yang jarang disentuh oleh orang umumnya yang tidak memiliki keahlian khusus untuk mengolahnya. Hal ini disampaikan saat berada di tempat kediamannya Desa Leuwidingding, Lemah Abang, Cirebon, Pukul 12.30 Wib, 02/03/2020.

Ibu Rumah Tangga keturunan Cirebon-Ciamis yang dilahirkan di Jakarta, tahun 1972 ini, dengan dikarunia 3 (tiga) anak yang semuanya beranjak dewasa dan suami dari TNI Angkatan Darat (AD), bekal kegigihan dan ketekunanya telah menjadi Inspirator bagi masyarakat Cirebon umumnya dan Ibu-Ibu Dharma Wanita se-TNI AD Cirebon khususnya.

Foto: Produk Lukisan Hasil Kreasi Daur Ulang Sampah

Pasalnya, walaupun suami TNI AD dengan gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, namun tak pernah merasa gengsi untuk terjun menekuni bidang usaha yang bahan dasarnya berasal dari sampah, dengan nama usaha “Kreasi Daur Ulang”.

Disela-sela waktu yang tersisa diluar jam keluarga, bekal kreatifitas yang dimilikinya selalu berusaha untuk mengoptimalkan waktu yang ada disalurkan dengan aktivitas usaha bidang daur ulang sampah, baik organic maupun un-organic untuk disulap menjadi produk “Kerajinan Lukisan Kreatif Daur Ulang” yang indah dan fantastis jika telah disentuh dengan jari-jemari lentiknya yang penuh dengan kratifitas.

“Tujuan usaha yang kami rintis berawal dari rasa ingin menyalurkan bakat yang saya miliki sekaligus beribadah menciptakan keseimbangan lingkungan sebagai Penggiat Lingkungan”, sedih saya kalau melihat lingkungan yang indah pemberian Allah SWT tidak dirawat dan dijaga dengan sebaik-baiknya”, terang Arni Puspawati.

Foto: Produk Lukisan Hasil Kreasi Daur Ulang Sampah

Suatu hal yang sangat mulia dan hampir jarang dimiliki oleh orang umumnya, karena kegiatan usaha yang demikian tak semua orang menyukainya. Sebagian besar orang apa yang terlihat sampah maka akan diabaikan begitu saja. Adapun motivasi tujuan utama dalam kegiatan yang ia geluti ini, selain untuk ibadah dalam pelestarian alam juga untuk menginspirasi dan membekali ilmu dengan para generasi penerus bangsa, agar kreatif dan mampu mengembangkan pengelolaan sampah menjadi lahan usaha yang membawa hasil dan berkah bersama.

Berkat ketekunannya, kini terbukti membawa berkah penghasilan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan sebagian untuk sodakoh. Harapan yang ia inginkan dalam bidang usaha daur ulang sampah yang sekaligus sebagai Penggiat Lingkungan adalah Agar Pemerintah dapat mendukung dengan membantu pemasaran secara lebih luas, mengingat sasaran pasar produk kerajinan ini hanya tertentu pada kalangan para pecinta seni”.

“Prinsip saya dalam melakukan usaha mengalir saja, semua semata karena atas ijin Allah SWT, yang sekaligus menyalurkan hobby dan beribadah dalam pelestarian alam dan lingkungan. Alhamdulillah, kini diberi  amanah lagi dapat mengembangkan usaha bidang kuliner dengan nama Saung Cemara yang baru saya tekuni selama 1 (satu) tahun ini, walaupun masih dalam proses merintis”,  tambah Arni Puspawati.

Foto: Produk Lukisan Hasil Kreasi Daur Ulang Sampah

“Bagi saudara/rekan-rekan yang berminat untuk memesan produk kami, informasi lebih lanjut dapat dilihat pada Rubrik Lapak Sinergi Anggota (Lapak-Siang) Website USB”, tutup Arni Puspawati sekaligus mengucapkan terima kasih dengan Komunitas Utama Sinergi Bangsa (USB) yang telah peduli dan berkenan membantu. (Utamasinergibangsa-Liputan)

Link Promo Produk, sebagai berikut:

Comments ( 0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*
*
*