Sultan Paser dan UMKM USB Deklarasikan Tanggal 31 Agustus Sebagai Hari Budaya Nasional di Anjungan Riau TMII

Utamasinergibangsa.com – Sejarah merupakan kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lalu yang mencakup alam semesta (kosmik), geologi bumi dan sejarah mahluk hidup yang tujuannya adalah untuk dijadikan sebagai bekal ilmu pengetahuan dan dasar acuan kehidupan yang bermanfaat.

Dr. Sultan AMH Adrian S., S.T., MBA (Sultan Paser) menyambangi Acara Pagelaran Budaya di Anjungan Riau TMII dalam rangka memenuhi undangan dari M. Rusmono, S.E., M.Ak., sebagai Ketua Umum UMKM Utama Sinergi Bangsa (UMKM USB) yang sekaligus berprofesi sebagai salah satu Associate Director BDO Konsultan Indonesia untuk memberi sambutan sebagai Ketua Dewan Penasehat UMKM USB pada Pagelaran Budaya yang dilaksanakan UMKM USB di Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 31/08/2020.

Foto: Penyerahan Seragam UMKM USB kepada Sultan Paser.

Pasalnya, Pagelaran Budaya dilaksanakan atas permintaan Ketua Ajungan Riau TMII yaitu Dr. Zulfikar yang diisi dengan rangkaian mata acara tari-tarian dan band ternama dari daerah Jabodetabek dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-75, yang sedianya diselenggarakan dari tanggal 28-30/08/2020 namun ditambah satu hari di tanggal 31/08/2020 khusus Pagelaran Budaya UMKM USB.

Dalam sambutan yang disampaikan di Pagelaran Budaya yang digelar oleh Anjungan Provinsi Riau TMII dengan tema Pangelaran Budaya Nusantara Bersama Bazar UMKM Kuliner Dalam Rangka Memeriahkan HUT RI ke-75, Sultan Paser menyampaikan, Indonesia sebagai negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang memimiliki keragaman budaya, prilaku budaya dan etnik yang unik dan menarik.

Foto: Sultan Paser, Ketua Anjungan Riau TMII dan Ketua Pembina UMKM USB.

Keanekaragaman budaya yang menjadi identitas dari bangsa Indonesia diperlukan pemahaman atas Wawasan Nusantara sebagai nilai dasar ketahanan Nasonal serta sebagai pemersatu keragaman budaya bangsa.

Sultan Paser juga menyampaikan, saat ini sebanyak 215 negara sedang menghadapi masa sulit karena pandemi Covid-19, dan berdasarkan catatan WHO sampai dengan tanggal 13/08/2020 terdapat lebih dari 20,4 juta kasus di seluruh dunia dengan jumlah kematian di dunia sebanyak 744.000 jiwa.

Foto: Sultan Paser Bersama Ketua Pembina UMKM USB.

Dengan hadirnya Covid-19, baik negara miskin, berkembang dan maju semua mengalami kemunduran, dimana kemunduran dari banyak negara maju dapat digunakan sebagai  peluang dan momentum bagi bangsa Indonesia untuk mengejar ketertinggalan.

Kondisi tersebut merupakan saat yang tepat bangi bangsa Indonesia untuk membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar dan menjalankan strategi besar, baik dalam bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan.

Foto: Pengurus, Panitia dan Peserta Bazar Bersama Sultan Paser.

Perubahan paradigma tentang kebudayaan juga diperlukan, dimana pemaknaan kebudayaan bukan hanya sekedar sebuah aktivitas saja, melainkan harus ada aktivitas/ketrampilan yang unik, seperti Bali dan Yogyakarta yang selama ini telah menjadi daerah yang sukses menerapkan budaya sebagai roda penggerak ekonomi masyarakat lokal.

Definisi budaya harus dilakukan ekspansi yang tidak hanya sebatas pada tradisi, namun perlu diinventarisir keunikan budaya di masing-masing daerah, yang meliputi aktivitas, UMKM, tempat budaya sehari-hari, jenis produk, dan jenis ketrampilan yang dapat diperkenalkan agar tidak dilhat secara terpisah.

Foto: Pemberitahuan Saat Akan dilakukannya Sambutan Oleh Sultan Paser.

Terkait dengan Koperasi dan UMKM, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah telah menyiapkan tiga fase program pemulihan melalui Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB), diantaranya:

  1. Fase Program Survival; melakukan restrukturisasi pinjaman mitra LPDB dalam bentuk penundaan pembayaan angsuran dan jasa selama 12 bulan,
  2. Fase Pemulihan Ekonomi; pemerintah menyediakan alokasi pembiayaan tambahan sebesar 1 triliun yang khusus disalurkan kepada koperasi untuk menjangkau sekitar 4,8 juta UMKM anggotanya, dan
  3. Fase Pertumbuhan Ekonomi; menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memudahkan pembiayaan akses pembiayaan koperasi dan UMKM dengan bunga ringan dan pendampngan.

Untuk memperkuat persatuan dalam bingkai NKRI dengan motto bersama membangun ekonomi bangsa melalui dukungan semua komponen bangsa dan UMKM dalam konsep sinergitas yang terintegrasi secara optimal sehingga keberadaan Anjungan Riau TMII akan bermanfaat untuk membangun ekonomi bangsa Indonesia.

Foto: Sultan Pser Saat Masih di Ruangan Anjungan TMII.

Sulatan Paser mengapresiasi Pagelaran Budaya Nusantara bersama Bazar UMKM Kuliner yang dilaksanakan oleh UMKM USB di Anjungan Riau TMII yang merupakan komponen kekuatan ekonomi pelaku UMKM/UKM di seluruh daerah Indonesia yang bersifat nasional untuk membangun para pelaku UMKM/UKM agar menjadi pengusaha yang handal dan profesional melalui bidang sosial, lingkungan, pendidikan, seni dan budaya, keagamaan, politik dan keekonomian masyarakat.

Sultan Paser mengatakan dalam sambutannya, “pagelaran Budaya Nusantara bersama Bazar UMKM USB dan Kuliner dapat dijadikan sebagai momentum untuk: “

  1. Meningkatkan peran serta dan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dalam memelihara integritas nasional dan menguatkan jati diri bangsa yang dilandasi oleh nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, dan mendeklarasikan tanggal 31 Agustus sebagai Hari Budaya Nasional.
  2. Menghidupkan semangat kekeluargaan dan gotong royong, jiwa patriotisme dan nasionalisme, sikap toleransi yang senantiasa menjunjung tinggi etika dan moralitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan ditingkatkannya peranan para pelaku UMKM/UKM agar menjadi pengusaha yang handal dan profesional.
  3. Peran TMII sebagai Jendela Budaya Bangsa dapat melibatkan UMKM/UKM dalam tata kelolanya.
Foto: Tepuk Tangan Bersama Atas Hsil Deklarasi Hari Budaya Nasional.

“Ketua Anjungan Riau, Dr. Zulfikar agar segera menindaklanjuti hal-hal tersebut di atas dengan para pihak terkait agar Amjungan TMII dapat memberikan banyak kemanfataan, dan mengukir sejarah dalam kaitannya dengan penetapan tanggal 31 Agustus sebagai Hari Budaya Nasional”, pungkas Sultan Paser. (Utamasinergibangsa-Liputan)

Link Video Dokumentasi, sebagai berikut:

Comments ( 0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*
*
*